
Menurut kalender budaya china, tahun 2019 memasuki tahun babi tanah. Periode babi tanah ini dimulai dari sejak jatuh tanggal imlek yakni 5 februari 2019 hingga berakhir pada 24 januari tahun 2020. Tahun baru ini akan mengantikan tahun yang akan berlalu di tahun 2018 yakni tahun anjing.
Tahun baru china atau tahun baru imlek adalah sebuah momen yang sangat spesial bagi masyarakat tionghoa. Disebut juga sebagai festival musim semi, masyarakat tionghoa akan libur panjang, berkumpul dan bercengkrama bersama keluarga, dengan sajian dan tradisi yang khas dalam menyambut tahun baru imlek setiap tahunya, sebagaimana budaya masyarakat kristiani menyambut natal atau umat islam dengan lebaran idul fitri.
Dalam kepercayaan masyarakat tionghoa, sangat kental dengan budaya keberuntungan, nasib baik dan nasib buruk yang tergantung dari pada shio seseorang. Keyakinan ini dipercaya akan menentukan nasib seseorang tionghoa secara signifikan. Oleh karena itu, setiap tahun dalam kalender china memiliki nama tersendiri yang disebut shio, sebagaimana manusia yang memiliki shio masing-masing tergantung tahun kelahiran.
Untuk tahun 2019, sebagaimana kami sebut di awal, memasuki tahun babi tanah. sedangkan tahun 2018 adalah tahun anjing, sementara tahun 2020 memasuki tahun tikus dan seterusnya.
Selain itu, shio babi sendiri dipercaya oleh masyarakat tionghoa sebagai hewan yang baik, lugu, jujur, dan sebagai simbol atau lambang harta atau kekayaan. meski ada sedikit sifat babi yang kurang baik yakni gegabah, dan pemalas. Oleh karena itu, tahun 2019 babi tanah dipercaya sebagai tahun yang baik dan penuh dengan langkah keberuntungan untuk semua shio. Tahun yang tepat untuk berinvestasi, memulai relasi atau dalam urusan asmara. Namun anda perlu sedikit waspada untuk tidak terlalu larut dan percaya pada beberapa peluang. Sedikit pertimbangan yang lebih matang akan membuat anda terhindar dari resiko yang lebih besar.
]]>
Jumat, 4 Januari 2019 merupakan hari spesial bagi warga panti asuhan Radmila. Pasalnya hari ini merupakan momen perayaan Natal tahun 2018 dan sekaligus merayakan pergantian tahun 2019. Acaranya sangat sederhana namun mempunyai pesan dan kesan yang cukup bermakna. Perayaan ini bukan hanya merayakan momen natal dan tahun baru melainkan sebagai pengingat silaturahmi untuk mempererat hubungan keluarga besar Yayasan Radmila yang di dalamnya terdiri dari pengurus yayasan, staf pengasuh, anak-anak panti, guru dan karyawan Yayasan Radmila.
Perayaan ini dimulai bertepatan dengan jam makan siang, tujuannya agar bisa makan bersama untuk menambah suasana kekeluargaan terasa lebih erat. Acara dibuka oleh MC yaitu salah satu anak asuh yang bernama Elvina, setelah itu ada tari-tarian yang dibawakan oleh adik-adik kelas 1 – 4 Sekolah Dasar dan kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan oleh ketua yayasan Radmila yaitu Bapak Baharum, ST.
Acara inti merupakan sambutan yang disampaikan oleh ketua Yayasan Radmila. Dalam sambutan Beliau menyampaikan kepada semua warga Yayasan untuk membuat resolusi di tahun yang baru ini. Tahun 2018 sudah dilewati, begitu juga 2018 tidak akan bisa diulang kembali, apapun yang menjadi kesalahan di tahun lalu jadikan sebagai pelajaran yang tidak patut diulangi dan awal tahun 2019 merupakan waktu yang tepat untuk menentukan resolusi bagi diri sendiri. Resolusi ini lah nantinya yang akan membuat hidup lebih baik dan lebih baik lagi. Diakhir sambutan ketua Yayasan Radmila juga mengucapkan selamat merayakan Natal kepada anak asuh yang merayakan di LKSA Radmila.
Selain itu ketua yayasan juga meminta beberapa perwakilan anak asuh serta guru untuk menceritakan resolusinya di tahun 2019 ini. Tujuannya untuk memotivasi yang lainnya agar segera menentukan resolusi masing-masing, sehingga tahun 2019 menjadi tahun yang bermakna bagi kemajuan pribadi masing-masing. Acara berlangsung kurang lebih 150 menit dan di penghujung acara diisi dengan jamuan makan siang bersama.
]]>
Batam, 10 Oktober 2018. Suatu kebanggaan bagi Yayasan Radmila sebab pada kesempatan ini LKSA Radmila kedatangan tamu spesial dari rombongan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dalam rangka study banding peningkatan profesionalisme kerja. Pada kesempatan itu juga hadir kepala Dinas Sosial kota Batam yang membantu mengenalkan LKSA Radmila kepada para rombongan.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh Yoramo Hia selaku pengurus LKSA Radmila, kemudian dilanjutkan dengan ucapat selamat datang oleh ketua Yayasan Radmila Baharum, S.H. serta pengenalan Yayasan Radmila mulai dari latar belakang sejarah sampai dengan kondisi saat ini. Setelah itu sambutan dari perwakilan tim Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Dinas Sosial kota Batam. Di akhir acara ada tanya jawab dan diskusi tentang tata cara pengelolahan LKSA bersama ketua Yayasan Radmila. Acara berlangsung lancar dan sesuai dengan yang direncanakan.
LKSA Radmila merupakan Panti asuhan atau lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) yang berada di kota Batam. Menurut Depsos RI (2004: 4), LKSA yaitu suatu lembaga usaha kesejahteraan sosial anak yang mempunyai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan kesejahteraan sosial pada anak terlantar dengan melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak terlantar, memberikan pelayanan pengganti orang tua/wali anak dalam memenuhi kebutuhan fisik, mental dan sosial kepada anak asuh sehingga memperoleh kesempatan yang luas, tepat dan memadai bagi pengembangan kepribadianya sesuai dengan yang diharapkan sebagai bagian dari generasi penerus cita-cita bangsa dan sebagai insan yang akan turut serta aktif dalam bidang pembangunan nasional.
]]>
Kamis, 2 Agustus 2018 Panti Asuhan Radmila mendapat kunjungan spesial dari rombongan pelajar asal Tiongkok. Kunjungan ini merupakan kesempatan bagi keduanya untuk saling mengenal dan ajang menunjukan bakat. Pasalnya masing-masing diberi kesempatan untuk mempersembahkan penampilan yang terbaik. Ada yang menyanyi, bermain musik, dance, ada juga yang membawakan sebuah dongeng inspirative.

Pertemuan berlangsung selama lebih kurang 120 menit dan berlangsung mengesankan, karena keduanya bisa berkomunikasi dengan baik. Acara dimulai dari pengenalan lingkungan Panti Asuhan Radmila, tanya jawab, menyampaikan kesan-kesan dari masing-masing pihak dan kemudian memberikan penampilan terbaik. Di akhir kegiatan sebelum sesi foto bersama, rombongan pelajar dari Tiongkok memberikan sebuah kenang-kenangan kepada teman-teman di Panti Asuhan Radmila.
Siu Yen salah satu pelajar asal Tiongkok jurusan seni. Ia bercerita sangat mahir dan hobi memainkan piano. Ia menyampaikan dalam pesanya suatu saat dia bercita-cita untuk berkunjung lagi ke Indonesia dan bertemu dengan teman-teman semua yang ada di Panti Asuhan Radmila, dan berencana akan mempersiapkan penampilannya yang terbaik.
]]>
Rabu, 11 Juli 2018 Yayasan Radmila telah mengadakan kegiatan Silaturahmi dengan keluarga besar yayasa, diantaranya, Panti Asuhan Radmila dan Sekolah Radmila. Silahturahmi ini sebagai bentuk penghormatan kepada setiap warga dalam hal pemeluk agama Islam dalam merayakan hari raya Idul Fitri.
Idul Fitri, adalah hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal pada penanggalan Hijriyah. Karena penentuan 1 Syawal yang berdasarkan peredaran bulan tersebut, maka Idul Fitri atau Hari Raya Puasa jatuh pada tanggal yang berbeda-beda setiap tahunnya apabila dilihat dari penanggalan Masehi. Cara menentukan 1 Syawal juga bervariasi, sehingga boleh jadi ada sebagian umat Islam yang merayakannya pada tanggal Masehi yang berbeda.
Pada tahun ini Idul Fitri jatuh pada tanggal 15 dan 16 Juni 2018, dan pada tanggal tersebut warga Panti Asuhan Radmila Khusus Muslim mendapatkan waktu spesial untuk pulang ke rumah masing-masing bertemu dengan keluarganya maksimal tiga hari. Sebagian yang tidak izin pulang diwajibkan ikut mempreingati Idul Fitri di Panti Asuhan Radmila sesuai jadwal yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk memperkuat keyakinan kepada agama yang mereka yakini.
Mengingat hari raya Idul Fitri tahun 2018 bersamaan dengan libur sekolah nasional maka banyak bagian dari keluarga Yayasan Radmila yang pergi ke luar kota menikmati libur panjang. Dengan latar belakang tersebut, pada tanggal 11 Juli 2018 disepakati untuk melaksanan perayaan Idul Fitri bersama di Panti Asuhan Radmila dengan istilah “Silaturahmi Idul Fitri 1439 H/2018”.
Kegiatan Silaturahmi telah berjalan sesuai harapan dengan dihadiri oleh Ketua Yayasan Radmila bapak Baharum, S.H. beserta segenap pengurus. Hadir juga Kepala Panti Asuhan Radmila yaitu ibu Anita beserta anggota dan pengasuh serta turut hadir Kepala Sekolah Dasar Radmila bapak Edy Cahyadi, S.Pd.B. beserta para Guru Sekolah Radmila.
Acara dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh bapak Yoramo Hia, S.Th. yang menambah suasana kekeluargaan semakin hangat. Acara berlangsung cukup santai, tidak terlalu formal dan lancar. Dalam sambutanya, Ketua Yayasan Radmila menyampaikan bahwa ajang Silaturahmi merupakan momen bagi kita untuk terus menumbuhkan keyakinan pada agama yang diyakini oleh masing-masing individu. Selanjutnya hendaklah ia mempraktikan nilai-nilai luhur dalam kehidupan, dimulai dari yang sederhana, seperti; dilingkungan Panti Asuhan Radmila dan Sekolah Radmila dalam bentuk saling menghormati, menebar cinta kasih dan memahami bahwa kita adalah keluarga besar yang bernaung dalam nama Radmila. Lebih dari pada itu bisa memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat dimanapun berada.
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan saling berjabat tangan, dan saling mengucapkan permohonan maaf apabila dalam kebersamaan satu sama lain memiliki kesalahan. Acara ditutup dengan makan siang bersama.
]]>
Jumat, 11 Mei 2018 telah dilaksanakan acara Perpisahan di Sekolah Radmila . Pada tahun ini ada 23 Peserta didik yang terdiri dari 9 Peserta didik dari warga panti asuhan Radmila dan 14 Peserta didik umum. Acaranya sangat sederhana namun berlangsung lancar dan sukses.
Pada acara ini turut hadir ketua Yayasan Radmila yaitu Bapak Baharum, S.H. Dalam sambutanya beliau mengucapkan banyak terima kasih kepada orang tua/wali Peserta didik, guru beserta staf yayasan yang telah berkerja sama dengan baik, mendukung proses pembelajaran selama ini. Beliau juga memberikan gambaran tentang perkembangan kemajuan Sekolah Radmila pada masa yang akan datang. Selanjutnya beliau berpesan kepada 23 Peserta didik yang lulus untuk terus semangat belajar, rajin, giat serta menjaga nama baik Sekolah dan jangan sungkan untuk kembali ke sekolah, menjadikan Sekolah Radmila “rumah ke dua” bagi alumni angkatan ke IV.
Sejak berdiri tahun 2014 yang lalu Sekolah Radmila telah meluluskan empat angkatan, dan tahun ini merupakan tahun spesial karena Sekolah Radmila telah terakreditasi B sesuai dengan target yang di berikan oleh Yayasan Radmila.
]]>
Sabtu, 17 Maret lalu di Panti Asuhan Radmila telah berlangsung Seminar Sederhana yang membahas tentang seputar “Kesehatan Masa Remaja Puteri”. Seminar ini diadakan oleh simpatisan dari organisasi Wanita Buddhis Theravada Indonesia (WANDANI) P engurus Cabang Kota Batam. Kegiatan ini berlangsung selama 3 jam, dengan menghadirkan nara sumber tunggal yaitu dr. Yeni.
Peserta berasal dari anak-anak Panti Asuhan Radmila, khusus para remaja Puteri. Mereka cukup antusias, hal ini terbukti dari banyaknya pertanyaan yang muncul, dan pertanyaan tersebut cukup kritis. Namun demikian dr. Yeni selalu menjawab pertanyaan mereka dengan sangat mudah untuk dipahami, sehingga seminar ini menjadi tidak membosankan dan sangat bermanfaat.
Seminar seperti ini sengaja diadakan di Panti Asuhan Radmila, untuk memberi bekal pengetahuan kepada para anak-anak yang tentu sangat berguna bagi mereka. Terlebih lagi menjadi seorang remaja di jaman sekarang ini bisa dipandang merupakan hal yang menyenangkan sekaligus tugas yang berat. Saat ini remaja selalu dituntut untuk menjadi anak yang baik, rajin belajar, ditambah segudang tugas yang harus dikerjakan setiap hari. Tapi di sisi lain juga harus bisa menjadi anak yang gaul, mengikuti trend dan mode saat ini agar bisa diterima oleh teman-teman. Tapi apakah yakin bahwa yang mereka lakukan sudah benar dan sesuai dengan tujuan? tentu ini tidak mudah, dibutuhkan pengertian dan semangat untuk terus belajar. Jangan sampai karena pengertian yang salah, dapat menjadikan jurang bagi dirinya sendiri.
Di seminar ini dr. Yeni juga mengajarkan untuk mengenali gejala-gejala bahwa peremupuan yang sudah dewasa itu seperti apa? dengan penjelasan yang telah disampaikan, para peserta seminar bisa menjadikannya sebuah pertimbangan bagi untuk menilai pribadinya masing-masing, baik perubahan fisik dan emosi yang mereka alami dari proses pertumbuhan ke masa remaja, dan dapat mengarahkan diri kepada arah yang benar, sehingga tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak diinginkan.
Pada tanggal 2 Maret 2018 lalu, Yayasan Radmila mengadakan perayaan Cap Go Meh. Acara perayaan ini berlangsung sangat meriah, dan berhasil mendatangkan kurang lebih 500 tamu undangan. Perayaan ini menjadi sangat meriah karena penampilan dari anak-anak Panti Asuhan Radmila, Jamuan makan yang sederhana, pertunjukan Barongsai dan menyaksikan gemerlap Petasan yang sangat indah di malam tersebut.
Tradisi perayaan Cap Go Meh di Yayasan Radmila diadakan setiap tahun, dan mengundang banyak perhatian warga sekitar dan para tamu. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan tali persaudaraan keluarga besar Yayasan Radmila dan juga warga sekitar, terlebih untuk menghibur anak-anak panti asuhan Radmila.
Acara tersebut mulai pukul 18.00 WIB, dibuka dengan kata sambutan oleh ketua Yayasan Radmila yaitu Bapak Baharum, SH. Dalam sambutanya beliau menyampaikan bahwa moment ini menjadi tradisi Yayasan Radmila untuk mempererat tali persaudaraan atau tempat temu keluarga besar.
Tahukah bahwa sebenarnya Cap Go Meh (Hokkien: 十五暝) melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.
Sejarah Cap Go Meh dapat ditemui dari banyak sumber dan versi yang berbeda-beda. Salah satu versi sejarah Cap Go Meh menuliskan bahwa tradisi ini dimulai pada saat dinasti Zhou (770 – 256 SM) setiap tanggal 15 malam bulan satu Imlek. Para petani memasang lampion-lampion yang dinamakan Chau Tian Can di sekeliling ladang untuk mengusir hama dan menakuti binatang-binatang perusak tanaman, selain itu juga untuk menciptakan pemandangan yang indah dimalam hari tanggal 15 bulan satu.
Dan untuk menakuti atau mengusir binatang-binatang perusak tanaman, mereka menambah segala bunyi-bunyian serta bermain barongsai, agar lebih ramai dan bermanfaat bagi petani. Kepercayaan dan tradisi budaya ini berlanjut turun menurun, baik didaratan Tiongkok maupun diperantauan diseluruh dunia. Ini adalah salah satu versi darimana asal muasalnya Cap go meh.
Di Barat, Cap go meh dinilai sebagai pesta karnavalnya etnis Tionghoa, karena adanya pawai yang pada umumnya dimulai dari Kelenteng. Kelenteng adalah penyebutan secara keseluruhan untuk tempat ibadah “Tri Dharma” (Buddhism, Taoism dan Confuciusm). Nama Kelenteng sekarang ini sudah dirubah menjadi Vihara yang sebenarnya merupakan sebutan bagi rumah ibadah umat Buddha.
]]>
Bagaimanakah kehidupanmu? Pernahkah Anda melihat senyuman yang begitu lugu? Atau tulus? Perhatikan foto di samping ini. Mereka tidaklah seberuntung “nasib” kita. Mungkin setiap pagi selalu mendengarkan cerewetnya mama disaat kita bangun kesiangan, atau melihat ayah yang marah akibat tingkah kita yang hanya melulu bermain game di depan layar monitor. Namun bagi mereka tidak ada peristiwa tersebut. Yang merka tahu dibalik senyum lugu terukir wajah manis, tersimpan seribu pertanyaan yang tidak pernah mereka temukan. Bahkan sebagian diantaranya tidak mampu menggambarkan raut wajah orang yang melahirkanya. Mereka adalah anak-anak yang lugu, menikmati hari, bersama keluarga yang sebelumnya bukan siapa-siapa. Menjalani perubahan kehidupan yang harus mereka tahklukkan. Permainan-permainan kecil, yang mungkin untuk kita tak bearti, namun bagi mereka adalah sebuah hiburan untuk melupakan kerasnya kehidupan. Tak ada yang mau mendengar, akan kepedihan yang ada dibenaknya. Namun tetap harus dijalani entah sampai kapan.
Kalimat paragraf di atas merupakan ungkapan hati penulis yang menggambarkan keadaan batin anak-anak Panti Asuhan Radmila. Sebagian besar anak-anak Panti merupakan anak yang kurang beruntung. Ada yang sudah tidak memiliki ayah, atau Ibu, juga ada juga yang tidak memiliki kedua-duanya. Bahkan ada yang tidak mengenal siapa keluarga mereka. Mereka dibesarkan dengan begitu banyak kepedihan hidup. Seharusnya diusia ini tidaklah pantas untuk menghadapi rumitnya kehidupan. Namun, kenyataan berkata bahwa itulah yang terjadi dengan kehidupanya. Dengan bergabai latar belakang kehidupan mereka menyatu dalam keluarga besar Panti Asuhan Radmila. Hidup mereka terjamin, minimal mereka bisa hidup layak, bisa menempuh pendidikan sampai kejenjang Sekolah Menengah Atas, dan yang paling penting bisa memiliki harapan hidup yang lebih baik dimasa yang akan datang.
Walaupun mungkin, ketika kita mendengar kalimat “Panti Asuhan” sudah tergambarkan begitu menderitanya kehidupan yang harus dijalani. Namun berbeda dengan kondisi yang ada di Panti Asuhan Radmila ini. Yayasan Radmila mendedikasikan penuh pengabdian untuk membantu anak-anak yang “nasibnya” kurang beruntung, agar anak-anak nantinya mampu mempersiapkan dirinya untuk harapan dan kehidupan yang lebih layak dimasa yang akan datang. Hal ini bisa dilihat dari fasilitas yang disediakan sudah lebih dari layak. Mulai dari kebutuhan pokok; makanan, sandang, tempat tinggal dan obat-obatan, serta sarana lain yang sudah disediakan sesuai dengan kebutuhan. Yayasan juga terus menanamkan pentingnya memiliki keterampilan, sehingga sangat banyak kegiatan yang sengaja diadakan untuk menggali potensi diri anak-anak ini.
]]>