<br />
<b>Notice</b>:  Trying to access array offset on value of type null in <b>/home/yayg7524/public_html/radmila/wp-content/themes/charitize/inc/hooks/excerpt.php</b> on line <b>14</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/yayg7524/public_html/radmila/wp-content/themes/charitize/inc/hooks/excerpt.php:14) in <b>/home/yayg7524/public_html/radmila/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php</b> on line <b>1723</b><br />
<br />
<b>Warning</b>:  Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/yayg7524/public_html/radmila/wp-content/themes/charitize/inc/hooks/excerpt.php:14) in <b>/home/yayg7524/public_html/radmila/wp-includes/rest-api/class-wp-rest-server.php</b> on line <b>1723</b><br />
{"id":88,"date":"2018-01-02T07:34:41","date_gmt":"2018-01-02T07:34:41","guid":{"rendered":"http:\/\/yayasanradmila.org\/?p=88"},"modified":"2018-01-02T07:34:41","modified_gmt":"2018-01-02T07:34:41","slug":"jurnalis-kecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/yayasanradmila.org\/radmila\/2018\/01\/02\/jurnalis-kecil\/","title":{"rendered":"Jurnalis Kecil"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><img loading=\"lazy\" class=\"size-medium wp-image-71 alignleft\" src=\"http:\/\/yayasanradmila.or.id\/yr\/wp-content\/uploads\/2017\/09\/P_20160908_080312-Copy-Copy-FILEminimizer-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" \/>Foto berikut ini merupakan salah satu belajar praktik yang dilakukan di Sekolah Radmila. Praktik jurnalistik di Sekolah Radmila merupakan salah satu cara untuk memudahkan Peserta Didik dalam memahami ilmu jurnalistik melalui pelajaran Bahasa Indonesia. Guru berperan aktif dalam mengarahkan proses pembelajaran, juga dalam pemilihan metode serta model pembelajaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada awalnya, komunikasi antar manusia sangat bergantung pada komunikasi\u00a0 dari mulut ke mulut. Catatan sejarah yang berkaitan dengan penerbitan media massa terpicu penemuan mesin cetak oleh\u00a0Johannes Gutenberg.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di Indonesia, perkembangan kegiatan jurnalistik diawali oleh Belanda. Beberapa pejuang kemerdekaan Indonesia pun menggunakan kewartawanan sebagai alat perjuangan. Di era-era inilah\u00a0Bintang Timoer,\u00a0Bintang Barat,\u00a0Java Bode, dan\u00a0Medan Prijaji\u00a0terbit.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada masa penjajahan Jepang mengambil alih kekuasaan, koran-koran ini dilarang. Akan tetapi pada akhirnya ada lima media yang mendapat izin terbit:\u00a0Asia Raja,\u00a0Tjahaja,\u00a0Sinar Baru,\u00a0Sinar Matahari, dan\u00a0Suara Asia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemerdekaan Indonesia membawa berkah bagi kewartawanan. Pemerintah Indonesia menggunakan\u00a0Radio Republik Indonesia\u00a0sebagai media komunikasi. Menjelang penyelenggaraan\u00a0Asian Games\u00a0IV, pemerintah memasukkan proyek televisi. Sejak tahun\u00a01962\u00a0inilah\u00a0Televisi Republik Indonesia\u00a0muncul dengan teknologi layar hitam putih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Masa kekuasaan presiden\u00a0Soeharto, banyak terjadi pembreidelan media massa. Kasus\u00a0Harian Indonesia Raya\u00a0dan\u00a0Majalah Tempo\u00a0merupakan dua contoh kentara dalam sensor kekuasaan ini. Kontrol ini dipegang melalui Departemen Penerangan dan\u00a0Persatuan Wartawan Indonesia\u00a0(PWI). Hal inilah yang kemudian memunculkan\u00a0Aliansi Jurnalis Independenyang mendeklarasikan diri di Wisma Tempo Sirna Galih,\u00a0Jawa Barat. Beberapa aktivisnya dimasukkan ke penjara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Titik kebebasan pers mulai terasa lagi saat\u00a0BJ Habibie\u00a0menggantikan Soeharto. Banyak media massa yang muncul kemudian dan PWI tidak lagi menjadi satu-satunya organisasi profesi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kegiatan kewartawanan diatur dengan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang dikeluarkan\u00a0Dewan Pers\u00a0dan Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002 yang dikeluarkan oleh Komisi Penyiaran Indonesia atau\u00a0KPI.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto berikut ini merupakan salah satu belajar praktik yang dilakukan di Sekolah Radmila. Praktik jurnalistik di Sekolah Radmila merupakan salah satu cara untuk memudahkan Peserta Didik dalam memahami ilmu jurnalistik melalui pelajaran Bahasa Indonesia. Guru berperan aktif dalam mengarahkan proses pembelajaran, juga dalam pemilihan metode serta model pembelajaran. Pada awalnya, komunikasi antar manusia sangat bergantung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[7],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/yayasanradmila.org\/radmila\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88"}],"collection":[{"href":"https:\/\/yayasanradmila.org\/radmila\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/yayasanradmila.org\/radmila\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanradmila.org\/radmila\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanradmila.org\/radmila\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/yayasanradmila.org\/radmila\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/yayasanradmila.org\/radmila\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanradmila.org\/radmila\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/yayasanradmila.org\/radmila\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}